Jaringan Toko Online Bin Muhsin Group - JUAL GAMAT EMAS, TERIPANG EMAS TERBAIK DUNIA

Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KUSTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KUSTA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

Gejala Tersembunyi Penyakit Kusta


CEGAH DAN OBATI PENYAKIT KUSTA DENGAN GAMAT EXTRACT EMULSION. TERBUKTI DAN TERUJI DI DUNIA SERTA TERJUAL RATUSAN RIBU BOTOL. Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=====
Istilah kusta berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta atau lepra disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama yang menemukan kuman yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1874 sehingga penyakit ini disebut Morbus Hansen.

Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.

Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath yang digambarkan dan sering disamakan dengan kusta.

Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.

Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.

Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.

Kusta tipe Pausi Bacillary atau disebut juga kusta kering adalah bilamana ada bercak keputihan seperti panu dan mati rasa atau kurang merasa, permukaan bercak kering dan kasar serta tidak berkeringat, tidak tumbuh rambut/bulu, bercak pada kulit antara 1-5 tempat. Ada kerusakan saraf tepi pada satu tempat, hasil pemeriksaan bakteriologis negatif (-), Tipe kusta ini tidak menular.

Sedangkan Kusta tipe Multi Bacillary atau disebut juga kusta basah adalah bilamana bercak putih kemerahan yang tersebar satu-satu atau merata diseluruh kulit badan, terjadi penebalan dan pembengkakan pada bercak, bercak pada kulit lebih dari 5 tempat, kerusakan banyak saraf tepi dan hasil pemeriksaan bakteriologi positif (+). Tipe seperti ini sangat mudah menular.

Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut yaitu:

* Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia.
* Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
* Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta peroneus.
* Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
* Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit.
* Alis rambut rontok.
* Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa).

Gejala-gejala umum pada kusta / lepra, reaksi :

* Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
* Noreksia.
* Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
* Cephalgia.
* Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
* Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
* Neuritis.

Penyebab Penyakit Kusta

Penyebab kusta adalah kuman mycobacterium leprae. Dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang, dikelilingi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium, berukuran panjang 1 – 8 micro, lebar 0,2 – 0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel dan bersifat tahan asam (BTA) atau gram positif, tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”. Selain banyak membentuk safrifit, terdapat juga golongan organisme patogen (misalnya Mycrobacterium tuberculosis, Mycrobakterium leprae) yang menyebabkan penyakit menahun dengan menimbulkan lesi jenis granuloma infeksion. Mycobacterium leprae belum dapat dikultur pada laboratorium.

Kuman Mycobacterium Leprae menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan penderita dan melalui pernapasan, kemudian kuman membelah dalam jangka 14-21 hari dengan masa inkubasi rata-rata dua hingga lima tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta mulai muncul antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, rasa kesemutan bagian anggota tubuh hingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Cara Penularan

Meskipun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas, penularan di dalam rumah tangga dan kontak/hubungan dekat dalam waktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan kusta.

Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah:

* Melalui sekresi hidung, basil yang berasal dari sekresi hidung penderita yang sudah mengering, diluar masih dapat hidup 2–7 x 24 jam.
* Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang.

Timbulnya penyakit kusta bagi seseorang tidak mudah dan tidak perlu ditakuti tergantung dari beberapa faktor antara lain :

1. Faktor Kuman kusta
Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh (solid) bentuknya, lebih besar kemungkinan menyebabkan penularan daripada kuman yang tidak utuh lagi. Mycobacterium leprae bersifat tahan asam, berbentuk batang dengan panjang 1-8 mikron dan lebar 0,2-0,5 mikron, biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel terutama jaringan yang bersuhu dingin. Kuman kusta dapat hidup di luar tubuh manusia antara 1 sampai 9 hari tergantung suhu atau cuaca dan diketahui hanya kuman kusta yang utuh (solid) saja dapat menimbulkan penularan (Depkes RI, 2002).

2. Faktor Imunitas
Sebagian manusia kebal terhadap penyakit kusta (95%). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 orang yang terpapar, 95 orang yang tidak menjadi sakit, 3 orang sembuh sendiri tanpa obat dan 2 orang menjadi sakit. Hal ini belum lagi mempertimbangkan pengaruh pengobatan (Depkes RI, 2002).

3. Keadaan Lingkungan
Keadaan rumah yang berjejal yang biasanya berkaitan dengan kemiskinan, merupakan faktor penyebab tingginya angka kusta. Sebaliknya dengan meningkatnya taraf hidup dan perbaikan imunitas merupakan faktor utama mencegah munculnya kusta.

4. Faktor Umur
Penyakit kusta jarang ditemukan pada bayi. Incidence Rate penyakit ini meningkat sesuai umur dengan puncak pada umur 10 sampai 20 tahun dan kemudian menurun. Prevalensinya juga meningkat sesuai dengan umur dengan puncak umur 30 sampai 50 tahun dan kemudian secara perlahan-lahan menurun.

5. Faktor Jenis Kelamin
Insiden maupun prevalensi pada laki-laki lebih banyak dari pada wanita, kecuali di Afrika dimana wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Faktor fisiologis seperti pubertas, monopause, Kehamilan, infeksi dan malnutrisi akan mengakibatkan perubahan klinis penyakit kusta.

Upaya Pencegahan Penyakit Kusta

Hingga saat ini tidak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Faktor pengobatan adalah amat penting dimana kusta dapat dihancurkan, sehingga penularan dapat dicegah.

Pengobatan kepada penderita kusta adalah merupakan salah satu cara pemutusan mata rantai penularan. Kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup 24-48 jam dan ada yang berpendapat sampai 7 hari, ini tergantung dari suhu dan cuaca diluar tubuh manusia tersebut. Makin panas cuaca makin cepatlah kuman kusta mati. Jadi dalam hal ini pentingnya sinar matahari masuk ke dalam rumah dan hindarkan terjadinya tempat-tempat yang lembab.

Penting sekali kita mengetahui atau mengerti beberapa hal tentang penyakit kusta ini, bahwa :

* Ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit kusta.
* Sekurang-kurangnya 80 % dari semua orang tidak mungkin terkena kusta.
* Enam dari tujuh kasus kusta tidaklah menular pada orang lain.
* Kasus-kasus menular tidak akan menular setelah diobati kira-kira 6 bulan secara teratur.

Penanggulangan Penyakit Kusta

Penanggulangan penyakit kusta telah banyak dilakukan dimana-mana dengan maksud mengembalikan penderita kusta menjadi manusia yang berguna, mandiri, produktif dan percaya diri. Metode penanggulangan ini terdiri dari metode rehabilitasi yang terdiri dari rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, rehabilitasi karya dan metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan akhir dari rehabilitasi, dimana penderita dan masyarakat membaur sehingga tidak ada kelompok tersendiri. Ketiga metode tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Di Indonesia, upaya yang dilakukan untuk pemberantasan penyakit kusta melalui :

* Penemuan penderita secara dini.
* Pengobatan penderita.
* Penyuluhan kesehatan di bidang kusta.
* Peningkatan ketrampilan petugas kesehatan di bidang kusta.
* Rehabilitasi penderita kusta.

Sementara itu di Shandong, Penyakit kusta atau lepra bisa jadi merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena bisa membuat orang tersebut menjadi terkucilkan. Faktor gen kini bisa memberikan penjelasan mengapa ada orang yang lebih rentan terkena kusta sedangkan yang lain tidak.

Studi yang dilakukan di China dan telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menemukan tujuh mutasi gen yang bisa meningkatkan kerentanan seseorang terkena kusta. Hal ini bertentangan dengan apa yang selama ini dipercaya oleh para ahli bahwa kusta bukanlah penyakit yang diwariskan atau turunan.

"Selama ini orang mengira penyebaran penyakit kusta karena faktor penularannya, tapi studi kami membuktikan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetika. Jika orangtuanya memiliki penyakit kusta, maka sangat mungkin si anak juga kena," ujar peneliti Zhang Furen dari Institute of Dermatology and Venereology, Provinsi Shandong di timur laut China, seperti diberitakan dari Reuters.

Selain itu didapatkan pula dalam satu pasangan yang seseorang menderita kusta tetapi pasangannya tidak terinfeksi meskipun sudah hidup bersama puluhan tahun. Ini membuktikan bahwa kusta bukanlah penyakit yang menular, tapi berhubungan dengan sesuatu yang diwariskan.

"Apa yang kami temukan adalah adanya alasan internal. Kami menemukan tujuh gen yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit kusta, karenanya banyak hal yang harus dilakukan dengan genetika ini," ungkap Zhang.

Peneliti menganalisis gen dari 706 penderita kusta dan 1.225 orang yang tidak mengidap kusta. Didapatkan tujuh versi mutasi gen yang muncul pada orang-orang penderita kusta. Lima diantara gen tersebut terlibat dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.

Zhang menuturkan penyakit kusta memiliki masa inkubasi yang panjang yaitu antara 8 hingga 10 tahun, setelah terjadi gejala di permukaan maka penyakit ini akan menyebabkan kerusakan permanen. Nantinya jika seseorang sudah diketahui memiliki kerentanan terhadap penyakit kusta, maka bisa segera dilakukan tindakan pencegahan.

Kusta atau biasa disebut dengan penyakit Hansen disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini bisa memberikan efek pada kulit, selaput lendir, saraf perifer dan mata.

Efek yang diakibatkan menimbulkan kerusakan saraf permanen, jadi bagi orang yang sudah sembuh nantinya tidak bisa merasakan sakit. Sedangkan luka yang kecil atau lecet pada jari tangan dan kaki bisa berubah menjadi radang yang parah dan membuat kondisi hidup tidak sehat.

Meskipun kusta sudah tidak menjadi masalah yang serius di beberapa negara maju, tapi penemuan ini sangat penting bagi negara berkembang. Menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2007 ada sekitar 254.525 kasus kusta baru di daerah tropis dan sub tropis, sedangkan di China sendiri tiap tahunnya ada 2.000 kasus baru.

Jenis Cacat Kusta

1. Kelompok pada cacat primer, ialah kelompok cacat yang disebabkan langsung oleh aktivitas penyakit, terutama kerusakan akibat respons jaringan terhadap kuman Kusta.
2. Kelompok cacat sekunder, cacat sekunder ini terjadi akibat cacat primer, terutama akibat adanya kerusakan saraf (sensorik, motorik, otonom). Kelumpuhan motorik menyebabkan kontraktur sehingga dapat menimbulkan gangguan mengenggam atau berjalan, juga memudahkan terjadinya luka. Kelumpuhan saraf otonom menyebabkan kulit kering dan elastisitas berkurang. Akibatnya kulit mudah retak-retak dan dapat terjadi infeksi sekunder. (fn/sc/dt/se)

Kenali Penyakit Kusta Lebih Dekat


CEGAH DAN OBATI PENYAKIT KUSTA DENGAN RAMUAN HERBAL GAMAT EXTRACT EMULSION . Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=====

Kusta atau Lepra (Leprosy) merupakan penyakit tahunan yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi, kulit, dan jaringan tubuh lainnya. Penyakit kusta dapat mengenai laki-laki maupun perempuan dalam segala umur. Penderita kusta adalah orang yang mempunyai satu atau lebih dari tanda pasti (cardinal signs) dan belum pernah menyelesaikan pengobatan dengan Multiple Drugs Therapy (MDT) yang sesuai dengan klasifikasi penyakitnya.

Penyakit kusta menular langsung dari penderita kusta yang tidak berobat, cara penularannya belum pasti diketahui, tetapi sebagian besar para ahli berpendapat bahwa penyakit kusta ditularkan melalui droplet (pernafasan), dan hanya kalau berhubungan erat dan lama. Orang tidak mampu/miskin lebih rentan mengidap penyakit kusta, sebab berhubungan langsung dengan status gizi dan kekuatan daya tahan tubuhnya. Masa perkembangbiakan bakteri 2-3 minggu sehingga inkubasinya memerlukan waktu yang lama, antara 3-5 tahun. Penderita yang sudah satu dosis pengobatan MDT tidak menularkan penyakit lagi.

TANDA PENYAKIT KUSTA
1. Tanda Pasti

- Kulit dengan bercak putih / kemerahan dengan mati rasa yang jelas
- Penebalan saraf tepi, disertai kelainan fungsinya berupa mati rasa atau kelemahan pada otot tangan, kaki, atau mata
- Pemeriksaan korekan kulit (Basil Tahan Asam [BTA]) positif


2. Tanda Lain
- Kulit yang kelihatan seperti alergi, tetapi tidak gatal dan tidak timbul secara mendadak
- Kulit yang tebal dan berbenjolan seperti jerawat batu, tetapi tidak merasa sakit, lebih sering pada muka dan daun telinga


KLASIFIKASI PENYAKIT KUSTA
Penyakit kusta ada 2 jenis, yaitu:
1. Kusta Kering (Pausibasiler [PB])
2. Kusta Basah (Multibasiler [MB])

PAUSIBASILER (PB)
Kalau seseorang mempunyai daya tahan tubuh yang masih mampu sedikit melawanMycobacterium leprae, bakteri tidak sempat menjadi terlalu banyak. Dia disebut “Pausibasiler” (sedikit bakteri) atau disebut golongan PB. Secara klinis, seseorang diklasifikasi sebagai penderita kusta golongan PB apabila:
Mempunyai 1-5 bercak saja pada kulitnya. Bercak itu mirip panu, tetapi tidak gatal, malah tidak terasa kalau di sentuh. Tidak ada saraf yang tebal atau terganggu, dan BTA negatif.
ATAU
Mempunyai 1-3 bercak pada kulitnya dan/atau maksimum satu saraf yang tebal atau fungsinya terganggu.

MULTIBASILER (MB)
Tetapi kalau daya tahan tubuhnya tidak melawan serangan Mycobacterum lepraesama sekali, bakteri itu sempat berkembang biak dengan bebas sampai ada banyak sekali. Seseorang yang begitu disebut “Multibasiler” (banyak bakteri) atau disebut golongan MB. Secara klinis, seseorang diklasifikasi sebagai penderita MB kalau dia mempunyai salah satu ataupun kombinasi dari yang berikut:

  • Lebih dari 5 bercak di kulit, yang mirip panu tetapi tidak gatal semakin banyak bercak, semakin tidak terganggu perasaannya
  • Lebih dari 3 bercak di kulit, kalau disertai 1 saraf yang tebal atau fungsinya diganggu
  • Lebih dari 1 saraf yang tebal ataupun fungsinya terganggu
  • Kelainan kulit mirip alergi, tetapi tidak mendadak dan tidak juga gatal
  • Infiltrat (penebalan/pembengkakan serta kemerahan) pada kulit, terutama muka dan daun telinga, yang tidak gatal atau sakit
  • Benjolan-benjolan seperti jerawat batu tetapi tidak sakit dan tidak gatal
  • BTA positif (dengan tidak mengidahkan tanda klinis)


PENGOBATAN

Melalui pengobatan, penderita diberikan obat-obat yang membunuh kuman kusta. Dengan demikian, pengobatan akan:

  • Memutus mata rantai penularan
  • Menyembuhkan penyakit penderita
  • Mencegah terjadinya cacat atau mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada sebelum pengobatan.

Regimen MDT yang dianjurkan oleh WHO adalah:

1. Regimen untuk penderita PB
• Lama pengobatan 6 blister diminum dalam batas waktu 9 bulan
• Dosis dewasa
Sekali sebulan diminum di depan petugas
2 kapsul Rifampisin 300 mg (jumlah 600 mg)
1 tablet DDS (Dapsone) 100 mg
Diminum di rumah selama 27 hari
1 tablet DDS 100 mg
• Dosis anak 10-14 tahun
Sekali sebulan, Rifampicin 450 mg dan DDS 50 mg
Setiap hari dirumah DDS 50 mg

2. Regimen untuk penderita MB
• Lama pengobatan 12 blister diminum dalam batas waktu 18 bulan
• Dosis dewasa
Sekali sebulan diminum di depan petugas
2 kapsul Rifampicin 300 mg (jumlah 600 mg)
1 tablet DDS 100 mg
3 kapsul Lamprene (Clofazamine) 100 mg (jumlah 300 mg)
Diminum di rumah selama 27 hari
1 tablet DDS 100 mg
1 kapsul Lamprene 50 mg
• Dosis anak 10-14 tahun
Sekali sebulan, Rimfapicin 450 mg, Lamprene
150 mg dan DDS 50 mg.
Setiap hari di rumah, Lamprene 50 mg dan DDS 50 mg

EFEK SAMPING OBAT

  • Rimfapicin: kencing merah selama 1-2 hari; hal ini tidak berbahaya.
  • Lamprene: kulit menjadi hitam, tetapi hanya selama minum Lamprene. Sesudah selesai pengobatan, kulit kembali semula dengan perlahan-lahan.
  • DDS: bila agak pusing sesudah minum DDS sebaiknya diminum pada malam hari, sebelum tidur; ada kemungkinan kecil obat tidak cocok (alergi). Sangat penting pasien lapor kembali ke puskesmas bila terjadi pada dua bulan yang pertama: gatal hebat, kulit merah sampai terkupas dan demam.

Catatan
- Pengobatan MDT, tidak boleh satu jenis obat saja.
- Penderita dapat diberikan obat lebih dari sebulan, jika rumah penderita jauh, berpindah-pindah atau keluar daerah untuk kerja sementara.
- Obat tidak berbahaya bagi janin dan tidak mengganggu produksi ASI.
- Penderita drop out (DO), jika bolos pengobatan lebih dari 3 bulan (untuk PB) atau 6 bulan (untuk MB). Penderita harus mulai pengobatannya lagi.


KECACATAN


REAKSI KUSTA
Terkadang daya tahan tubuh penderita kusta ketika mulai aktif melawan kuman kusta yang berada dalam kulit dan saraf-saraf, menyebabkan peradangan pada kulit dan saraf, rasa sakit, dan bengkak, lalu kerusakan. Peradangan inilah yang disebut “Reaksi”.

Gejala Reaksi
- Bercak yang menebal dan memerah
- Benjolan baru yang merah dan sakit
- Benjolan / bercak yang berulserasi / pecah
- Demam
- Saraf yang sangat nyeri
- Kehilangan rasa raba atau kekuatan jari

Tindakan
- Obat kusta dilanjutkan seperti biasa
- Perlu ke puskesmas dengan segera. Petugas akan memberi obat tambahan untuk mengatasi rasa sakit dan agar tidak terjadi kerusakan saraf
.


Sumber:
- Buku Pedoman Singkat Pemberantasan Penyakit Kusta, Program Kerjasama Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan The Leprosy Mission International
- Materi Pelatihan P2 Kusta bagi Medis dan Paramedis Puskesmas, Direktorat Pemberantasan Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal PPM dan PLP Departemen Kesehatan RI


Resosialisasi Eks Kusta NTB Dilanjutkan


CEGAH DAN OBATI PENYAKIT KUSTA DENGAN GAMAT EXTRACT EMULSION. SUDAH TERJUAL 250000 BOTOL LEBIH DI SELURUH DUNIA. Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=====
Resosialisasi Eks Kusta NTB Dilanjutkan

Kapanlagi.com - Program resosialisasi eks kusta di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkelanjutan agar komunitas masyarakat yang pernah divonis menderita penyakit kusta dapat hidup membaur dengan masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Drs Bachrudin, MPd, di Mataram, Minggu mengatakan, pemerintah mengalokasikan dana resosialisasi eks kusta di wilayah NTB berkisar Rp140 juta hingga Rp160 juta setiap tahun.

Tahun ini dana ratusan juta rupiah untuk program resosialisasi eks kusta di berbagai lokasi, terutama di Kabupaten Lombok Timur yang jumlah penderitanya cukup banyak, ujarnya.

Ia mengatakan, sebutan eks kusta tidak berarti pasien kusta itu telah terbebas dari penyakit yang disebabkan kuman "Mycobacterium Leprae" itu. Eks kusta merupakan penderita kusta yang sudah melewati proses perawatan intensif di rumah sakit namun masih diwajibkan mengkonsumsi obat minimal dua bulan sekali.

"Setiap tahun ada sekitar 30-32 orang eks kusta yang direkomendasikan Dinas Kesehatan NTB untuk diberdayakan dalam program resosialisasi eks kusta itu," ujarnya.

Bachrudin mengatakan, program resosialisasi eks kusta itu berisi kegiatan pemberdayaan dan pemulihan para penderita kusta di tengah kehidupan bermasyarakat.

Para penderita kusta yang nyaris sembuh itu dibekali pengetahuan dan dukungan dana sesuai jenis usahanya agar mampu hidup mandiri tanpa ketergantungan pada pihak lain.

"Kami berikan dana untuk pengembangan usaha ternak atau usaha lainnya agar mereka mandiri dan hidup membaur secara wajar di tengah masyarakat," ujarnya.

Sejauh itu, kata Bachrudin, program resosialisasi yang mulai dilaksanakan sejak 2006 berjalan lancar namun belum mencapai hasil yang diharapkan. Produk hasil usaha komunitas eks kusta itu sulit dipasarkan karena sering tidak diterima masyarakat disertai beragam asumsi seolah-olah dapat menyebarkan virus kusta melalui ternak atau produk yang dihasilkan.

"Itu kendala utamanya dalam program resosialisasi eks kusta di wilayah NTB, namun kami terus berupaya agar mereka bisa diterima dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya. (kpl/bee)

Ratusan Penderita Kusta ditemukan di Kabupaten Lumajang

CEGAH DAN OBATI KUSTA DENGAN HERBAL TERBAIK GAMAT EXTRACT EMULSION. Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=====

Ratusan Penderita Kusta ditemukan di Kabupaten Lumajang

Selasa, 26 Januari 2010 | 09:35 WIB

TEMPO Interaktif, Lumajang - Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menemukan ratusan penderita kusta yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di kabupaten itu. Dari 21 kecamatan itu, sebagian besar penderitanya ditemukan di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Tempeh, Kunir, dan Randuagung.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Askap Hariyanto, Selasa (26/1) mengatakan, dalam setahun terakhir ini Dinas Kesehatan menemukan setidaknya 236 penderita kusta.

"Paling banyak di Tempeh, Kunir dan Randuagung. Selebihnya tersebar di 18 kecamatan lainnya,” kata Askap kepada Tempo.

Jumlah tersebut, kata Askap lumayan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009 lalu ditemukan 236 kasus, menurun dibandingkan tahun 2008 sebanyak 300 kasus.

Namin untuk tahun ini Dinas belum mengetahui jumlah persis penyakit yang disebabkan Micro Bacterium Lepre ini. “Laporannya tiga bulan sekali,” katanya.

Dia menjelaskan, penyakit ini menular melalui drop let atau pernafasan. “Hindari kontak bicara langsung dengan penderita kusta yang belum diobati,” katanya.

Menurut dia, 10 persen dari penderita ini mengalami cacat dimana tubuh teramputasi dengn sendirinya. “Ada juga yang sarafnya sudah mati,” kata Askap.

Di Kabupaten Lumajang, kata dia, ada dua jenis kusta yang selama ini menyebar. Yakni jenis paussibasiler (satu jenis saja kuman) dan multibassiler (banyak jenis kuman). Paussibasiler lebih mudah menanganinya daripada multibassiler.

Penderita penyakit kusta ini, kata Askap, harus menjalani pengobatah minimal satu tahun.

DAVID PRIYASIDHARTA

Subang Dinyatakan Endemis Kusta


CEGAH DAN ATASI PENYAKIT KUSTA DENGAN GAMAT EXTRACT EMULSION SUDAH TERJUAL RATUSAN RIBU BOTOL DI PASARAN.
Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
====

TEMPO Interaktif, SUBANG - Wilayah Kabupaten Subang Jawa Barat, dinyatakan endemis penyakit kusta karena penderitanya menyebar di semua wilayah kecamatan. "Perbandingan penderitanya kini sudah mencapai angka 1 per 10 ribu," kata Wawan Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, saat dihubugi Tempo, Senin (8/2). Dari 35 kecamatan yang ada, kata Wawan, dipastikan ada penedita kustanya. Tetapi, wilayah kecamatan yang dinyatakan tinggi jumlah penderitanya berada di Kecamatan Binong, Tambakdahan, Patokbeusi, Purwadadi, Compreng dan Ciasem. Terdapat dua tipe penyakit kusta, yakni PB dan MB. Jenis PB kini penderitanya berjumlah 105 orang, sdeangkan yang menderita jenis MB mencapai 130 orang. "Jenis PB daya serangnya lambat, sedangkan MB cepat," Wawan menjelaskan. Meski berbahaya, tutur Wawan, penyakit kusta tetap bisa disembuhkan, meski pun terapinya memakan waktu cukup lama. "Enam sampai 12 bulan," kata Wawan. Agar peneyabaran virus kusta terantisipasi, dinas kesehatan setempat, kini, membentuk wadah "Kusta Care" di semua wilayah yang perkembangannya tinggi. Dengan cara itu, Subang kini mampu menekan angka prevalesinya 0,77.

NANANG SUTISNA

Apakah Penyakit Kusta Itu?


CEGAH DAN OBATI PENYAKIT KUSTA DAN VIRUS KUSTA DENGAN KONSUMSI GAMAT EXTRACT EMULSION YANG SUDAH TERBUKTI DAN TERUJI SERTA TERJUAL RATUSAN RIBU BOTOL SEHINGGA AMAN TANPA EFEK SAMPING. TKS
Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=====

Pernakah anda mendengar tentang Penyakit Kusta? Penyakit bentuk apakah itu? berasal dari kutukankah? atau guna-guna? Percayakah anda PENYAKIT KUSTA bisa sembuh? Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang biasa terlontar dari mulut orang awam yang belum kenal dan mengerti apa itu penyakit kusta. PENYAKIT KUSTA adalah penyakit yang disebabkan kuman/bakteri yang bernama (mycobacterium Leprae), penyakit kusta ini menyerang saraf tepi seseorang yang akhirnya meyebabkan syaraf tepi orang tersebut menjadi mati rasa (tetapi jika berobat cepat hal ini dapat dicegah), penyakit kusta ini adalah penyakit menular yang penularannya tidak gampang, sebab menurut penelitian tidak semua manusia di dunia yang bisa terinfeksi penyakit Kusta, buktinya banyak kita tidak tahu jika sudah berhubungan sosial dengan orang lain tetapi tidak tahu jika orang tersebut adalah penderita kusta……. Tapi kok tidak kena kusta sampai sekarang?? Iya kan… contohnya dokter dan perawat, jadi hanya jenis antibody tertentu yang dapat kena penyakit ini.

Ciri-ciri umum PENYAKIT KUSTA adalah bercak putih kemerahan (seperti panu) yang mati rasa dan terkadang di tepinya terdapat penebalan seperti kurap. Jika bercak ini lebih dari 5 maka itu disebut tipe kuman yang banyak biasa disebut MULTI BASILAR/MB, sedangkan jika bercaknya kurang dari 5 maka disebut PAUSI BASILAR/PB (Bukan Fausi Badila hehehe….) dikatakan basil sebab kumannya berbentuk batang. Pengobatan PENYAKIT KUSTA disebut MULTI DRUGS TREATMENT (MDT). Cara pengobatan PENYAKIT KUSTA adalah dengan pengobatan rutin/setiap hari, untuk tipe Pausi Basilar/PB membutuhkan pengobatan 6 (enam) bulan, sedangkan untuk tipe Multi Basilar/MB membutuhkan pengobatan selama 1 (satu) tahun. Wahhh…. Lama benar yaaa?? Lah iya lah ini kan untuk mematikan kuman yang ada didalam badan yang juga perkembangannya cukup lama sebab perkembangan penyakit kusta bisa sampai 5 tahun, tetapi jika seorang penderita penyakit kusta sudah meminum obat maka kuman kusta itu sudah tidak dapat lagi menular ke orang lain, bagaimana dengan hewan? Hewan tidak dapat menularkan penyakit ini kemanusia. Oh iya obat penyakit kusta sudah GRATIS bisa didapat di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah, tetapi ini bukan obat murah tetapi obat ini bantuan dari organisasi kesehatan dunia.

Kebanyakan penderita penyakit kusta mengalami kecacatan disebabkan keterlambatan orang tersebut untuk meminum obat atau meminum obat itu dengan tidak sempurna atau pengobatannya tidak tuntas, jika penderita penyakit kusta meminum obat dengan cepat maka kecacatan akibat saraf tepi yang mati tadi dapat di cegah atau dihindari. Jadi intinya kita tidak boleh menjauhi orang yang menderita penyakit kusta, karena penularan penyakit kusta tidak semudah yang kita bayangkan.

Apa dan Bagaimana Penyakit Kusta


Cegah dan obati penyakit kusta dengan GAMAT EXTRACT EMULSION YG SUDAH TERBUKTI AMPUH DAN TERJUAL RATUSAN RIBU BOTOL TANPA EFEK SAMPING. Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=====

indosiar.com - Penyakit kusta atau lepra (leprosy) atau disebut juga Morbus Hansen, adalah sebuah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Indonesia dikenal sebagai satu dari tiga negara yang paling banyak memiliki penderita kusta. Dua negara lainnya adalah India dan Brazil.

Bakteri Mycobacterium leprae ditemukan oleh seorang ahli fisika Norwegia bernama Gerhard Armauer Hansen, pada tahun 1873 lalu. Umumnya penyakit kusta terdapat di negara yang sedang berkembang, dan sebagian besar penderitanya adalah dari golongan ekonomi lemah.

Istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit ini diduga berasal dari Afrika atau Asia Tengah yang kemudian menyebar keseluruh dunia lewat perpindahan penduduk. Penyakit ini masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke IV-V yang diduga dibawa oleh orang-orang India yang datang ke Indonesia untuk menyebarkan agamanya dan berdagang. Pada 1995, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat dua hingga tiga juta jiwa yang cacat permanen karena kusta.

Penyebab :

Penyakit kusta disebabkan oleh kuman yang dimakan sebagai microbakterium, dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”.

Mekanisme penularan yang tepat belum diketahui. Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanya kontak dekat dan penularan dari udara. Dan diduga faktor genetika juga ikut berperan, setelah melalui penelitian dan pengamatan pada kelompok penyakit kusta di keluarga tertentu. Belum diketahui pula mengapa dapat terjadi tipe kusta yang berbeda pada setiap individu.

Masa inkubasi pasti dari kusta belum dapat dikemukakan. Beberapa peneliti berusaha mengukur masa inkubasinya. Masa inkubasi minimum dilaporkan adalah beberapa minggu, berdasarkan adanya kasus kusta pada bayi muda.Masa inkubasi maksimum dilaporkan selama 30 tahun. Hal ini dilaporan berdasarkan pengamatan pada veteran perang yang pernah terekspos di daerah endemik dan kemudian berpindah ke daerah non-endemik. Secara umum, telah disetujui, bahwa masa inkubasi rata-rata dari kusta adalah 3-5 tahun.

Tanda-tanda :

Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut. Secara umum, tanda-tanda itu adalah :

  • Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia
  • Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
  • Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus seryta peroneus. Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
  • Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yarig tersebar pada kulit
  • Alis rambut rontok
  • Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa)

Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :

  • Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
  • Anoreksia.
  • Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
  • Cephalgia.
  • Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
  • Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
  • Neuritis.

Pengobatan :

Pengobatan yang efektif terhadap penyakit kusta ditemukan pada akir 1940-an dengan diperkenalkannya dapson dan derivatnya. Bagaimanapun juga, bakteri penyebab lepra secara bertahap menjadi kebal terhadap dapson dan menjadi kian menyebar. Hal ini terjadi hingga ditemukannya pengobatan multiobat pada awal 1980-an dan penyakit ini pun mampu ditangani kembali.

Pada 1985, kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di 122 negara. Pada Pertemuan Kesehatan Dunia (WHA) ke-44 di Jenewa, 1991, disetujui resolusi untuk menghapus kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2000, dan berusaha untuk ditekan menjadi 1 kasus per 100.000. WHO diberikan mandat untuk mengembangkan strategi penghapusan kusta.

Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar. Yang pertama adalah pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin, klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson.

Obat terapi multiobat kusta.Sejak 1995, WHO memberikan paket obat terapi kusta secara gratis pada negara endemik, melalui Kementrian Kesehatan. Strategi ini akan bejalan hingga akhir 2010. Pengobatan multiobat masih efektif dan pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian bulan pertama. Cara ini aman dan mudah. Jangka waktu pemakaian telah tercantum pada kemasan obat.

SUMBER http://www.indosiar.com/ragam/79313/apa-dan-bagaimana-penyakit-kusta

Hingga saat ini tidak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh bentuknya, lebih besar kemungkinan menimbulkan penularan dibandingkan dengan yang tidak utuh. Jadi faktor pengobatan adalah amat penting dimana kusta dapat dihancurkan, sehingga penularan dapat dicegah.(berbagai sumber/Ijs) SUMBER :

Bookmark and Share


Showing 1 to 10 of 21 commentsPage: 1 2 3
11-Jul-2011 11:47:45 WIB by Syarah
Suamiku kena penyakit kusta sudah 5 th yang lalu dan sudah berobat gratis selama 1 th.Sudah pernah dites katanya kuman sudah mati,tp bercak putih di tubuh belum jg hilang.Gmn cara menghilangkan bercak itu?Trus apa mgkn bisa menular pd saya ato anak saya?Dan skrg ini kaki kanan suami saya sudah mati rasa tp bs jalan & lubang dibwh jempol kaki sudah lama gak sembuh sudah nutup trus buka lagi katanya akibat ato pengaruh penyakit kusta.apa hal ini benar?Trus gmn penyakit kusta itu dinyatakan sembuh?Tolong informasinya kirim ke email saya.makasih
12-Nov-2010 11:10:57 WIB by ety
saya sudah berobat sekitar 1 tahun dan dinyatakan kuman yang ada didalam tubuh saya sudah hilang setelah saya berhenti minum obat stelah 1 tahun ko saya ngrasa badan sya suka nyeri dan tumbuh kaya kadas gitu dan sekarang saya ngerasa ujung jari saya juga agak baal. apa sebenarnya penyakit kusta itu bisa timbul lagi? apa sebabnya? apa da faktor makanan yang mempengaruhi kusta itu timbul lagi? dan saya juga punya suami, apa suami saya bisa teltular dengan penyakut kusta? apakah saya juga harus berobat ulang lagi?
17-Oct-2010 08:07:02 WIB by mella
apakah penyakit kusta sangat berbahaya? dan panyakit ini termasuk penyakit menular? karna saya serumah dengan orang yang sakit. sebab2 nya karna apa?
25-Sep-2010 14:19:15 WIB by adhitoos
di mana ada pengobatan gratis untuk penyakit kusta,mohon beri informasinya...dan kirim ke imel saya.
9-Aug-2010 04:54:52 WIB by ahmad
saya sudah lama kena kusta awalnya saya tdk tahu tiba2 saja kulit saya jadi baal,awalnya sedikit tp lama2 jadi banyak,itu sdh kira2 sekitar 2tahun,dan akhirnya saya periksa kedokter sy divonis kena kusta oleh dokter, sya sdh berobat slm 2tahun tp kadang2 tdk rutin krn sibuk kerja,gejalanya tangan/kaki seperti lemah nggak ada tenaga karna saya tdk rutin berobat jadi kadang2gejala itu muncul kembali,oleh karna itu saya minta sarannya bagaimana cara penanggulangan gejala tsb melaluiselain obat saja dan apakah saya kemungkinan akan sembuh,dan latihan apakah yang harus saya lakukan untuk melatih otot tangan/kaki saya agar kuat kembali.terimakasih
4-Jul-2010 21:52:17 WIB by kartini
ass..........dok dok ap yang bagus tuk kusta,,,,,saya mhn sm dokter.........kak2 sy sudah 5 bulan kena kusta.
4-Jul-2010 17:22:19 WIB by Abu
saya didiagnosis terkena Kusta oleh Dokter,dan dokter membrikan obat dalam bentuk tablet,saya udah hampir 7 bulan mengkonsumsi obat ini tetapi belum ada tanda-tanda perobahanya malah semakin banyak daerah kulit saya yang bercak-bercak merah,apakah saya akan trus mengkonsumsi obat ini yang dikasih gratis oleh dokter atau bisakah saya menghambil alternatif lain dalam masa mengkonsumsi obat ini dengan mencari obat laen yang mungkin lebih baik lagi??
8-Jun-2010 12:09:44 WIB by JAEDI
SAYA PERNAH MENGALAMI KUSTA KERING. BEROBAT DAN DINYATAKAN SEMBUH. TAPI RASA BAAL MENYEBAR LAGI. APA YG HRS SAYA LAKUKAN, BEROBAT ULANG DAN BAGAIMANA CARANYA ?
8-Jun-2010 12:01:42 WIB by JAEDI
SAYA PERNAH TERKENA KUSTA, BEROBAT DAN DINYATAKAN SEMBUH. OBAT DARI LUAR NEGERI, DAN DIJAMIN NEGARA. SETELAH DINYATAKAN SEMBUH, RASA BAAL SAYA RASAKAN MENYEBAR. BAGAIMANA JIKA SAYA BEROBAT ULANG ? DAN OBATNYA SEPERTI APA, APA SAMA SEPERTI DULU, ATAU OBAT LOKAL ?

Jumat, 15 April 2011

SPESIALIS OBAT LUKA

Luka karena terkena benda tajam, jatuh atau yang lainnya
Luka Kusta yang disebabkan karena terserang virus kusta
Luka Kusta yang disebabkan karena terserang virus kusta
Luka Diabetes yang disebabkan karena menderita penyakit diabetes
Luka Diabetes yang disebabkan karena menderita penyakit diabetes

Luka - luka seperti gambar diatas bisa dicegah dan diobati secara tuntas dengan konsumsi Gamat Extract Emulsion dan diolesin Gamat Vitagel.

Mungkin anda sedang mencari herbal obat luka yang paling ampuh dan alami tana efek samping? maka anda telah sampai pada tempat yang tepat. Karena apapun jenis luka anda maka obatnya hanya satu konsumsi Gamat Extract Emulsion dan oleskan Gamat Vitagel.

Luka, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh biasanya disebabkan karena beberapa hal seperti :
  1. Luka Diabetes yang disebabkan karena menderita penyakit diabetes
  2. Luka Kusta yang disebabkan karena terserang virus kusta
  3. Luka Bakar yang disebabkan karena terbakar
  4. Luka karena terkena benda tajam, jatuh atau yang lainnya
  5. dan jenis - jenis luka lainnya....

Testimonial :

"Pada tanggal 7 juli 2004, saya mengalami kecelakaan lalu lintas, sepeda
motor yang saya kendarai di tabrak dengan mobil, akibatnya saya
mengalami luka dibagian kaki kiri dan tulangnya patah. Sehingga saya
harus di opname di sebuah Rumah sakit di tebing tinggi. Daging yang
terlepas kemudian dijahit untuk disatukan, namun setelah beberapa
minggu, lukanya membusuk, sehingga harus dikorek untuk dibersihkan
kemudian akhirnya tidak ada yang dilakukan oleh dokter kecuali hanya
memberikan obat, namun luka saya tetap saja basah, pada bulan Agustus,
Bapak Zainal datang kerumah saya dan menyarankan agar saya mengkonsumsi
Gamat Emulsion, setelah lima hari saya minum gamat, mulai ada
pertumbuhan daging baru pada luka saya, dan gamat diminum terus dan
hingga hari ke 25 luka saya mulai mengering dan membaik hingga 60%, dan
rasa nyeri yang saya rasakan berangsur-angsur hilang. Alhamdulillah
saya sekarang dapat berjalan kembali."

Dengan ekstrak gamat emas , reaksi pengobatan beberapa kali lebih cepat dari gamat biasa.Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia selama 7 tahun telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak gamat. Penelitian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Universitas Nihon, Tokyo. Gamat telah terbukti banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Penemuan tersebut dipatentkan pada FDA dengan No. FKY2102Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id